Selasa, 13 April 2010

6 Kesalahan Fatal Facebooker

Buat yang lagi nyari kerja, ataupun yang udah kerja sebaiknya baca ini...

6 KESALAHAN FATAL FACEBOOKER

Menurut survey, 30% perusahaan menggunakan Facebook untuk menilai calon pegawainya. Jadi, jangan sembarang menulis atau meng-upload sesuatu di account Anda. Hindari 6 kesalahan fatal di bawah ini.

1. Foto profil yang kurang "sopan"
Sekilas tidak ada yang salah dari memasang foto profil yang menunjukkan Anda sedang berpose menggoda atau menenggak sebotol minuman keras. Namun jika foto tersebut dilihat oleh calon atasan, imej profesional Anda akan langsung runtuh.

2. Mengeluh tentang pekerjaan
Bisa berupa keluhan tentang pekerjaan yang menumpuk, atau uneg-uneg akan atasan yang tidak kompeten. Mengeluh itu wajar, namun jika Anda melakukannya di forum publik, lain lagi ceritanya.

3. Menulis sesuatu yang bertentangan dengan isi CV
Anda menulis 1984 sebagai tahun lahir Anda di dalam CV. Tapi di Facebook, tahun lahir Anda 1979. Sekecil apapun perbedaan data diri tersebut, Anda beresiko dicap tidak jujur. Minimal ceroboh dan tidak teliti.

4. Menulis status "mengadu"
Hati-hati saat menulis status seperti, "Tommy nggak masuk hari ini karena "sakit", padahal lagi liburan di Bali. Sementara aku terkurung dengan kerjaan yang menumpuk." Bukan hanya nama baik teman Anda saja yang dipertaruhkan, tapi juga kredibilitas Anda sendiri. Anda akan terlihat licik dan tidak dapat dipercaya.

5. Tidak menggunakan fasilitas Privacy Setting
Kita dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat profil lengkap kita, siapa yang tidak bisa melihat foto-foto tertentu, dsb. Sayangnya, tidak semua pengguna Facebook memanfaatkan fasilitas ini. Bahkan banyak yang tidak mengerti atau tidak tahu sama sekali.

6. Pencemaran nama baik
Anda sudah menjaga halaman Facebook Anda baik-baik sehingga terlihat profesional. Tiba-tiba seorang teman meng-upload foto Anda yang sedang mabuk, dan tentunya tak lupa men-tag Anda. Rajin-rajinlah mengecek Facebook Anda sehingga bisa langsung menghapus konten yang tidak diinginkan.


by : http://mim.yahoo.com/yahooindonesia/p/exJDZ-y/?noredir=1&cid=idtd

Senin, 12 April 2010

Manfaat teknologi tergantung pemakainya


Manfaat teknologi tergantung pemakainya, apakah akan berdampak keperluan positif atau negatif. Demikian Wakil Presiden (Wapres) Boediono di depan siswa-siswi sekolah dasar dan guru di Palu, Sulawesi Tengah.
"Kemajuan teknologi selalu memberi sisi positif dan negatif serta bisa memberi pengaruh yang cepat," kata Wapres Boediono saat dialog dengan siswa dan guru se-Palu di Madrasah Aliyah Alkhairaat, di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (9/4/2010).
Hal tersebut dikemukaan Wapres menjawab pertanyaan seorang siswi terkait maraknya penggunaan jejaring sosial Facebook dan Twitter oleh para pelajar.
Menurut Wapres, kemajuan teknologi bisa dilakukan dan dimanfaatkan ke berbagai arah tergantung manusianya. "Jadi harus ada rambu-rambu, sehingga efek negatif bisa lebih sedikit dibanding efek positif," kata Boediono.
Wapres mencontohkan, tenaga nuklir adalah salah satu contoh kemajuan yang bisa digunakan untuk positif dan negatif. Demikian untuk genetika, lanjut Wapres, bisa digunakan untuk hal positif dan negatif.
Nuklir, kata Boediono, bisa untuk pembangkit listrik dengan biaya murah, sehingga bisa bermanfaat bagi umat manusia. "Tapi nuklir juga bisa digunakan untuk senjata yang bisa membahayakan mausia," papar Wapres.
Negara maju pun, menurut Wapres, banyak yang tidak bisa membendung kemajuan teknologi, sehingga banyak pula yang kebobolan. "China misalnya, melakukan banyak pemblokiran terhadap sejumlah situs, tapi tidak berhasil juga," ujar Boediono menambahkan.
Mendiknas M. Nuh yang hadir dalam dialog tersebut mengemukakan, teknologi ibarat "super market" yang menyediakan berbagai kebutuhan manusia. "Di situ ada daging babi, ada bedak, beras atau bahan makanan. Tergantung manusianya, mau memilih mana yang diinginkan," tutur Nuh.

by : http://id.news.yahoo.com/kmps/20100410/ttc-ditanya-manfaat-facebook-wapres-bila-566ebb2.html

Jumat, 02 April 2010

Pengumpulan Data dengan Wawancara

Hasil Wawancara dengan MUSE

By cK
Berikut ini adalah hasil wawancara dengan MUSE pada konferensi pers yang diadakan hari Jumat, 23 Februari 2007, Gerbera Room, Hotel Mulia, Jakarta Selatan.
Q: Seperti apa sih penonton kalian? Apa ada spesifikasi khusus?
A: Penonton kami kebanyakan anak muda, anak sekolahan, fans perempuan juga banyak. Jadi nggak hanya laki-laki saja fans kami.
Q: Kalian melihat fans seperti apa? Apa hanya sebagai sebatas pembeli album?
A: Menurut kami fans lebih dari sebatas pembeli album. Karena itu kami mencoba mengaransemen lagu-lagu kami, dan kami selalu bermain sebaik-baiknya untuk fans kami.
Q: Bagaimana perasaan kalian ketika mengetahui tiket kalian sold out?
A: Kami senang sekali karena penonton disini sangat bergairah untuk menonton kami. Karena itu kami harap kami akan segera kembali untuk mengadakan konser berikutnya.
Q: Ada ritual khusus sebelum konser?
A: Kita tidak ada persiapan khusus. Begitu sampai di Indonesia kami langsung menonton bola. Sebelum konser kami mencoba untuk rileks. Kami masih merasakan nervous sebelum kami akan konser. Kami biasanya mecoba lompat-lompat di backstage sebelum manggung, sekedar melakukan olahraga kecil.
Q: Apa pendapat kamu tentang Indonesia?
A: Orang-orang Indonesia sangat bersahabat. Tapi karena kami belum tahu banyak tentang Indonesia, jadi kami tidak bisa bilang banyak. Rencananya hari ini kami akan jalan-jalan untuk melihat Jakarta.
Q: Apa lagu yang akan dimainkan malam ini?
A: Kami belum tahu. Karena biasanya kami memutuskan dimenit-menit terakhir.
Q: Banyak bencana yang terjadi di Indonesia, apa yang bikin kalian tetap datang ke Indonesia? Apa ga takut banjir?
A: Awalnya kami juga ragu untuk datang, namun kami sudah diyakinkan Indonesia aman, maka kami memutuskan untuk tetap datang. Lagipula kami mendengar tiketnya sudah terjual, karena itu kami tidak ingin mengecewakan penggemar kami. Jadi kami harus tetap manggung (jawaban disambut dengan tepuk tangan dan sorak-sorakan dari pers).
Q: Apa atau siapa yang menginspirasi lagu-lagu kalian di album Black Hole & Revelations?
A: Beberapa lagu kami Assassins, Soldier’s Poems, Take a Bow, City of Delusion; lagu-lagu tersebut menceritakan tentang Inggris.
Q: Apa setelah konser anda (Matt) akan menghancurkan gitar anda?
A: Terima kasih, tapi kami tidak akan menghancurkan gitar kami karena gitar-gitar tersebut sangat mahal (sambil tertawa dan disambut tertawa oleh pers lainnya).
Q: Bagaimana melihat kelebihan dan kekurangan kalian?
A: Menurut kami, kelebihan kami adalah kekurangan kami dan kekurangan kami adalah kelebihan kami. Kami susah untuk menjelaskan, namun pengaruh dari artis-artis lain seperti musik pop, musik rock dan warna musik lain dapat menjadi kekuatan kami sekaligus dapat menjadi kelemahan kami.
Q: Dalam membuat video Starlight melibatkan salah satu fans kalian di Jepang. Bagaimana ceritanya?
A: Awalnya kami ingin membuat video dengan konsep di kapal dengan container, cargo, dll. Namun kami tidak dapat menemukan juga hingga bertemu seseorang yang mengatakan ayahnya punya semua yang mereka butuhkan. Kebetulan juga anak itu merupakan fans berat dari kami jadi kami bekerja sama dan saling membantu dalam membuat video clip ini.
Q: Apa yang diharapkan dari konser di Indonesia?
A: Kami belum tahu orang-orang Indonesia, belum tahu crowd-nya seperti apa. Tapi itu justru yang membuat kami tertarik dan penasaran. Kami lebih tertarik main di tempat yang baru pertama kali kami main. Tapi kami dengar fans di Indonesia cukup gila-gilaan juga.
Q: Apakah kalian merasa bisa mengubah dunia menjadi lebih baik dengan musik kalian?
A: Mengubah dunia susah, tapi mungkin bisa mengubah orang-orang yang mendengarkan musik kami. Beberapa musik kami mempunyai lirik yang semoga membuat orang mempunyai pola pikiran yang baru.
Q: Hampir semua band Inggris yang menulis lirik politik selalu mengkritik dinasti Inggris. Apakah kalian juga melakukan itu?
A: Tidak. Kami tidak melakukan hal itu. Banyak hal lain yang bisa dikritik daripada mengkritik pemerintahan. Belum tentu pemerintahan berubah apabila dikritik. (Chika)

by : http://chikastuff.wordpress.com/2007/02/27/hasil-wawancara-dengan-muse/